Sesuai judul thread di atas saya mau mereview mobil SUZUKI Splash yang baru saya beli. Hal ini dikarenakan review terhadap mobil Splash ini di blog Indonesia dan ditulis oleh pemilik mobilnya sendiri sepertinya belum ada. (Kalau review oleh profesional, wartawan dll banyak, tapi review dalam pemakaian sehari2 kayaknya memang belum ada) cmiiw.
Metode review
1. Dalam pengendaraan sehari2 atau keluar kota, mobil dikendarai seperti biasa (tidak menjaga RPM lah, atau menjaga dalam kecepatan tertentu lah dan lain2 perlakuan yang cuma bisa dilakukan di laboratorium, bukan di jalanan umum), agar hasil yang didapat bisa merupakan gambaran riil sehari2 dari performa mobil saya ini. (Tidak bisa dipungkiri tiap mobil bisa berbeda performanya karena faktor mobil itu sendiri, pengendara, beban, kondisi jalan dll).
2. Saya akan coba tulis kelebihan dan kekurangan dari mobil saya ini walaupun itu tidak berarti yg lainnya juga sama karakternya dgn mobil saya ini.
3. Saya usahakan update review ini pada kilometer2 tertentu atau bila ada kejadian yg menurut saya layak dibuat postingannya.
4. Selama ini saya isi BBM nya dengan Pertamax Plus sampai saya baca di buku manualnya halaman 1.1 yg menganjurkan bensin tanpa timbal beroctane 88 atau lebih tinggi. Jadi sekarang saya oplos dengan premium atau setidaknya pertamax biasa.
DISCLAIMER:
Saya bukan profesional otomotif atau punya otoritas dalam menyarankan atau menyampaikan suatu gambaran/berita atau laporan dalam thread ini. Sebagai pemilik mobil saya hanya berusaha sharing terhadap kesan dan pengalaman selama berkendara dengan mobil ini, karenanya postingan saya memang bersifat subyektif.
Perlu juga ditambahkan bahwa postingan saya ini tidak terkait dengan pihak lain, atau merupakan sponsor produk dan lain2 yg dapat mempengaruhi saya dalam menulis dan sharing review ini.
Mobil yg pernah saya kendarai dalam jangka panjang (lebih dari satu tahun pengendaraan) diantaranya : Avanza 1.3 M/T, Jazz matic 2006, dan All New Jazz matic RS 2008.
Tentang Splash Saya
Warna coklat baker. Sudah di variasi anti karat+peredam suara+pelapis cat serta kaca film. Keluar dari dealer stir berat, jadi langsung di spooring+balancing 4 roda dan ban diisi nitrogen. Hasilnya stir jadi enteng.
Km mobil saya 431
Update 5/5/10
Km mobil saya sekarang 1153
Interior Mobil.
Kesan interior mobil ini secara umum baik dan minimalis. Ruangnya lega didalam. Penumpang depan nyaman, belakang agak sempit (saya tinggi 170 cm). Pandangan mengemudi enak, tinggi. Interior dashboard di dominasi plastik.
Kelebihan:
1. Letak persneling yg menyatu sama konsol tengah bukan hanya modis tapi juga gampang diraih sehingga memudahkan pengemudian.
2. Injekan kopling enteng (sebelum membeli saya pernah meragukan hal ini).
3. Jok depannya nyaman.
Kekurangan:
1. Panel tombol door ajar pintu bagasi tidak tertutup karet. Jadi bisa mudah berkarat. Kata orang bengkel, panel ini bukan bawaan cbu nya.
2. Mirrornya belum electric masih manual.
Kesan Dalam Pengendaraan.
Tarikan sangat enteng, jadi enak banget bawanya. Sangat responsif. (Adik sayapun juga bilang begitu). Nyalip pake gigi 3 mudah sekali (jalanan tanjakan Lawang - Malang). Suara mesin halus (sampai pernah lupa di gigi 2 RPM nya ke 4000 baru nyadar).
Kelebihan:
1. Tarikan enteng, responsif, gigi 3 nyalip ditanjakan oke dan sama sekali nggak kedodoran. Power berlimpah. Lincah banget.
2. Penglihatan pengemudi jelas, tdk terhalang, karena mobil ini relatif tinggi.
3. AC dingin, diposisi 1 Thermostat 2/3 mengeluarkan asap. (perjalanan hujan sore hari).
Update 24/4/10
4. Untuk dalam kota, dengan pengemudian biasa, terasa lincah. (Ini perlu saya tulis karena di point 1 adalah untuk pengendaraan di luar kota). Mungkin karena faktor mesin "K series" nya (saya google dgn kata kunci "K series engine").
Kekurangan:
1.Suara ban agak terdengar (pada saat hujan)
2. Rem belum ABS jadi lebih hati2 (walaupun saya belum ada komplain sama remnya).
3 Skok/suspensinya relatif agak keras (sorry saya bandingin ama all new jazz....)
Update 23/4/10.
Setelah terbiasa dgn suspensi ini saya merasakan bahwa untuk di dalam kota suspensinya ternyata nyaman, hanya di jalan yang rusak sekali suspensinya terasa keras.
Update 22/4/10
4. Pagi hari waktu manasin mesin saya nyari di mana sinyal/lampu tanda bahwa mesin masih dingin dan perlu pemanasan sebelum dikendarai. Ternyata tidak ada. Saya telpon tanya ke Beress UMC di Basuki Rahmat di jawab sama mekaniknya bahwa memang tidak ada, tetapi caranya dgn melihat putaran mesin yg bila turun ke stasioner maka mesin sudah siap jalan. Layak jadi kekurangan ke 4 menurut saya.
Stop n Go
Yang saya maksudkan dengan kondisi Stop n Go ialah berapa kali saya mampir dan memberhentikan mobil dalam waktu 1/2 jam atau lebih. Hubungannya ke konsumsi BBM. Ini karena untuk setiap kali kita starter mobil membutuhkan konsumsi bensin yg lebih banyak.
Konsumsi Bensin
Saya menghitung konsumsi bensin dgn cara:
Isi bensin Full Tank sampai tumpah sedikit lalu digunakan berkendara. Setelah selesai menempuh jarak tertentu, mobil diisi lagi Full Tank sampai tumpah sedikit. Lalu bagi jarak pengendaraan dengan pengisian bensinnya.
Contoh: Isi bensin Full Tank, berkendara 100 km, isi bensin Full Tank 10 liter, maka konsumsi bensin 1liter dapat menempuh jarak 10 km.Biar simpelnya saya tulis 1 liter:10 km.
Tgl 17/4/10
Surabaya-Malang. Cuaca hujan. Kondisi jalan mendatar 45,5 km, tanjakan 53 km dan variasi 19,9 km. Macet 1 jam 30 menit. Penumpang 2 orang. Stop n go 3 kali. Konsumsi bensin di dapat 1 liter:14,8 km.
Lawang-Surabaya. Cuaca cerah. Kondisi jalan 38,7 km turunan, 45,5 km mendatar. Macet 1 jam setengah lebih. Penumpang 2 orang. Konsumsi bensin 1 liter: 17,7 km.
Tgl 21/4/10
Mobil dipakai sehari2 selama 3 hari sejauh 65 km dan di pakai ke gresik tol bolak balik +- 50 km. Penumpang 3 orang. Konsumsi bensin 1 liter:13,1 km.
Update 24/4/10
Tgl 24/4/10
Mobil dipakai 100% di dalam kota sejauh 96,3 km selama 3 hari (Tanpa perlakuan khusus menjaga kecepatan/RPM dll, AC ON terus karena Surabaya panas boo!). Pengendaraan Stop n Go. Konsumsi bensin 1 liter:13,3 km.
Update 27/4/10
Tgl 25/4/10
Perjalanan Surabaya-Lawang (Malang). Cuaca cerah dan Full AC. Penumpang 2 orang. Rute Tol perak-Exit Tol Sidoarjo (karena tol Porong ditutup) lalu ke Krembung-Mojosari-Lawang. Kondisi jalan ke arah Lawang tanjakan, arus lalulintas cenderung lancar. Kecepatan 60-80 km/jam. RPM antara 2500-3000. Stop n Go 2X. Kebanyakan pake gigi 3 dan 4. Jarak 107,8 km. Konsumsi BBM (isi di SPBU jln Wahidin Lawang) 1 liter: 21,3 km (nggak salah tulis). Lama perjalanan 2,5 jam.
Tgl 26/4/10
Perjalanan pulang lewat Malang. Penumpang 2 orang. Cuaca cerah kecuali separo perjalanan di Tol hujan lebat. Full AC (kecuali 5 menit saya matikan karena kedinginan, posisi AC 1 Suhu 3/4 ). Rute Bedali-Malang (jalan tanjakan), Malang-Tol Porong (jalan turunan), Tol Porong-Exit Tol Perak. Arus lalulintas lancar. Kecepatan 60-90 km/jam. RPM 2000-3000. Di Tol gigi 4 dan 5. Stop n Go 2 X. Jarak tempuh 114,7 km. Konsumsi BBM (isi bensin di SPBU Jl Rajawali Surabaya) 1 liter: 26,9 km (nggak salah tulis). Dalam perjalanan pulang ini saya memang agak halus mainin gasnya, mungkin itu sebabnya jarak tempuh per liter bensinnya tinggi, selain juga faktor jalannya turunan antara Malang-Tol Porong.
Update 5/5/10
Tgl 3/5/10
Perjalanan kota sejauh 125,8 km dalam rentang waktu 2 hari (Stop n Go). Konsumsi BBM 1 liter: 12,285 km. Pernah 2 X konsumsi bensinnya 1 liter dapet 10 km lebih sedikit (dalam kota dan rentang waktu lebih dari 1 hari), cuma sayang nggak saya catat, jadi nggak pasti apa yg mungkin jadi penyebabnya.
Hari ini juga saya servis 1000 km pertama di Beress Suzuki. Kata mekaniknya mesin nggak di stel cuma ganti oli. Seharusnya cuma 30 menit tapi ada insiden kecil, buku servisnya hilang di bengkel(?) jadi mereka mau cari dulu atau kalau tidak ketemu mau diganti.
Tgl 4/5/10
Perjalanan kota (muaceeet sekali pas sore di Waru Jl Ahmad Yani) dan perjalanan tol Perak - exit Bandara Juanda pp (Nggak ke catet jaraknya) sejauh 143,9 km. Konsumsi BBM 1 liter: 13,43 km.
REVIEW 1000 km pertama
Ok seperti yg sudah saya janjikan, sekarang saya mau tulis kesan pengendaraan mobil ini setelah 1000 km pertama (+- 1 bulan).
Kelebihan:
1. Lincah, akselerasi spontan. (Selain saya, adik saya juga seorang driver (harian) mengatakan hal yg sama). Hal ini membuat mudah untuk manuver2 pada saat macet.
2. Irit. Ya ini relatif, karenanya perlu dilakukan testi dari teman2 lain yg pake Splash.
3. Bentuknya modis. Kalau di jalan banyak yg ngeliatin mobil ini.
4. Ruangan di dalam lega. (Dibandingkan adiknya Estillo, memang beda harga +- 20 jt).
5. Mesin suaranya halus. Kadang lupa di gigi 2 sampai RPM 3000.
6. Kuat tanjakan. Arah ke Malang kadang kalau jalan nggak macet nyalip pake gigi 4 ok2 aja.
Kekurangan:
1. Servis di Beressnya agak kurang profesional (Hilang buku servis). Mungkin perlu pembenahan prosedur servis. (SOP nya).Kalau mekanik dan administrasinya ramah2 (Kalau kita tanya, mereka mau ngejelasin dengan cukup fair). Beress yg dimaksud di Jl Basuki Rahmat Surabaya.
2. Penambahan tombol Door Ajar di pintu bagasi terkesan murahan dan gampang rusak (Karena nggak pake penutup karet supaya tidak berkarat). Bisa di klaim nggak ya? Supaya diganti!
3. Ada gejala AC mobil saya mati tiba2 (Bukan kompresornya tapi AC pendinginnya). Sudah terjadi 2 kali dan saya laporkan, kata beress disuruh ngandangin ke sana tapi sampai sekarang saya masih belum ada waktu. Nanti kalau sampai ke 3 kalinya pasti saya kandangin ke sana
Update 20/5/10
Kartu Garansi mobil sudah diganti ama Beress UMC. Masalah sudah klir.
Masalah AC mati nggak pernah kejadian lagi.
Sudah sebulan ini saya pake bensin Pertamax/Pertamax Plus, jadi udah enggak di oplos sama premium biasa.
Tgl 18/5/10
Perjalanan Surabaya exit tol Perak - Kencong, Lumajang pulang-pergi jarak 386,6 km. Penumpang 4 orang dewasa. Tanpa menjaga RPM. Perjalanan relatif lancar. Konsumsi BBM 1 liter: 15,8 km.
Update 14/6/2010
KM udah mulai 3000 an. Kesan Pengendaraannya sbb:
1. Untuk dalam kota kondisi stop n go, RPM bebas dan isi bensin 1 minggu sekali (berarti juga dipanasin tiap hari min 5 menit), didapat konsumsi BBM perliternya antara 12,.. s/d 13,.. (Saya pake pertamax plus).
2. Kesan lincahnya tetap. Sekarang malah tambah tau selanya nih mobil.
Ok dulu deh, ntar kalau ada hal yg menarik akan diusahakan di share infonya....
Update 4/10/10
KM sekarang 10.611 (sepuluh ribu enam ratus sebelas km).
Kendaraan dibawa keliling Jawa Tengah, Jawa Barat sampai Jakarta (jarak 2096 km). Pergi lewat jalur Selatan, pulangnya lewat Pantura.
Karena bukan saya langsung yg mengemudi (teman saya) maka kesan pengendaraannya tidak saya tuliskan. Muatan 3 orang dewasa dan barang2 dibagasi. Sekarang saatnya servissssss.![]()






) dan perjalanan tol Perak - exit Bandara Juanda pp (Nggak ke catet jaraknya) sejauh 143,9 km. Konsumsi BBM 1 liter: 13,43 km.


Reply With Quote




